Sampaikanlah walau satu ayat Al-Qur'an Online

Selasa, 30 Desember 2008

Pasar Tradisional Pedan Hilang ...

Riuh-rendah suara transaksi tawar-menawar dengan cara tradisional yang selama puluhan tahun telah menjadi 'trade-mark' pasar Pedan, segera bakal lenyap - tergilas oleh sistem Kapitalisme yang berasal dari negeri barat.
Pasaran Wage - yang menjadi kebanggaan & primadona masyarakat kecamatan Pedan dan sekitarnya akan musnah seiring proyek renovasi kios pasar Pedan dari investor yang telah disetujui oleh Pemda dan diamini oleh Pansus DPRD II Kabupaten Klaten.




Tidak akan pernah lagi kita jumpai sosok mbah Sastro Genther, pakdhe Gimin Bongkrek, mbok Karso Gedhang dan yu Ngatmi ompong serta ratusan pedagang pedalaman - yang selama ini selalu mengisi keramaian Pasaran Wage di Pasar Pedan dengan buah tangan mereka. Tidak akan pernah lagi terdengar celoteh ndeso mereka yang sudah teramat akrab di telinga kita.

Lantas, kemana mereka akan menjajakan barang dagangannya? dimana lagi tempat untuk menawarkan kerajinan besek, sapu lidi, kemoceng, keset sabut kelapa, daun pisang serta bibit & buah pohon hasil kebun hingga hewan-hewan ternak peliharaan mereka?

Analoginya, dampak yang ditimbulkan oleh proyek renovasi pembangunan pasar Pedan bukan hanya dirasakan oleh para penghuni kios pasar semata - namun jauh lebih ekstrim, yaitu hancurnya 'traditional-marketing' warga penduduk sekitar kecamatan Pedan yang bahkan sampai daerah kaki gunung Kidul.

Mereka bukan golongan anti kemapanan! Mereka hanya sekadar mempertanyakan hak mereka dalam memberikan andil berputarnya roda perekonomian di tingkat kecamatan.

Belum lagi rumor yang timbul bahwa akan masuk lagi suatu korporate dagang dengan bentuk super market baru di kota kecamatan Pedan, padahal dengan adanya 2 buah Indomart dalam sebuah kecamatan yang sudah berdiri patut dipertanyakan, mengapa dapat berdiri?

Globalisasi memang tidak dapat kita cegah namun nguri-uri/ menjaga dan melestarikan pasar tradisional yang masih ada merupakan kewajiban kita pula sebagai warga negara Indonesia sekaligus menjaga warisan budaya nenek moyang secara sosial-psikologis.

Tentunya Pemerintah Daerah dan DPRD II yang selama ini merupakan pimpinan di kabupaten Klaten telah memikirkan dampak sosial-ekonomi-psikis yang bakal menerjang masyarakat di kecamatan Pedan - sejalan dengan telah dimulainya renovasi Pasar Pedan Klaten - tanpa menghilangkan prinsip ekonomi-kerakyatan yang merupakan kultur-budaya warisan dari sesepuh kita semua, semoga ...

Tidak ada komentar: