Sampaikanlah walau satu ayat Al-Qur'an Online

Tampilkan postingan dengan label skandal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label skandal. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 Desember 2009

GURITA CIKEAS, Buku Baru Beredar Langsung Ditarik


JAKARTA,KOMPAS.com — Buku "Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank Century" yang ditulis George Junus Adijtondro hanya bertahan beberapa jam di toko-toko buku. Atas instruksi dari sebuah pimpinan pusat, toko buku terbesar di Tanah Air berinisial TBG langsung menarik semua buku. Persda Network yang berusaha membeli buku tersebut di toko buku TBG Bintaro harus beradu mulut dengan staf toko buku tersebut. "Baru saja bukunya sudah ditarik. Ada instruksi dari pusat langsung telepon," ujar Indah, staf toko buku kepada Persda Network di Bintaro, Jakarta, Jumat (25/12/2009) sore.

Padahal, sebelum berangkat, seorang staf TBG Bintaro mengatakan masih ada 20 buku dan mempersilakan datang untuk membeli.
Menurut Indah, buku yang menyebut keluarga lingkaran Presiden SBY dengan skandal Bank Century tersebut baru saja masuk siang hari pada Jumat yang sama. Hingga Jumat sore, sudah terjual 14 buku di TBG Bintaro. "Cover depannya warna pink. Ada gambar guritanya, Mas. Di lembar pertama ada foto keluarga SBY. Di lembar berikutnya ada percakapan Ong Juliana dengan Anggodo. Terus ada transkrip surat di bagian dalamnya," urainya

Telepon gelap

Pra-peluncuran buku tersebut baru diadakan pada hari Rabu (23/12/2009) di Yogyakarta oleh penulisnya, George Aditjondro. Peluncuran buku tersebut sedianya pada awal Januari 2010 di Kantor ICW.

Saat dihubungi Persda Network, Direktur Utama Galang Press Julius Felicianus mendapat informasi bahwa pemilik TBG mendapat telepon dari orang tak dikenal yang menginstruksikan penarikan buku tersebut.

"Saya sudah dapat kabar kalau pemilik toko buku mendapat telepon dari seseorang yang minta menarik dahulu buku itu. Kelihatannya mereka ketakutan karena telepon orang tak dikenal itu," kata Julius Felicianus kepada Persda Network, Jakarta, Jumat kemarin.

Ia mengaku kecewa dengan pihak yang memerintahkan penarikan buku tersebut. Biasanya, jika terjadi penarikan, maka itu berdasarkan perintah dari pihak kejaksaan. Namun, perusahaannya sendiri belum mendapat surat perintah dari kejaksaan terhadap buku tersebut.

"Kan seharusnya ada surat perintah penarikan dari Kejaksaan Agung, dan itu tidak sebentar, setidaknya perlu waktu 3 bulan untuk eksekusi penarikannya," ujarnya.

Atas kejadiaan ini, Julius mengatakan telah berkoordinasi dengan Komnas HAM agar segera mengeluarkan surat rekomendasi supaya buku tersebut tetap bisa diperjualbelikan.

"Baru saja saya telepon Pak Yosef Adi, Sub Komisi Penyuluhan Komnas HAM. Mungkin Senin (8/12/2009), surat rekomendasi itu bisa dikeluarkan. Lagi pula, dia, saat pralaunching di Yogyakarta, janji bahwa buku itu tidak ada masalah," paparnya.

Julius menegaskan bahwa buku tersebut tidak ada masalah secara hukum. "Yang jelas, buku itu hasil data ilmiah dan bisa dipertanggungjawabkan, kok," ucapnya.

Koordinator ICW, Danang Widoyoko, mengaku kecewa dengan penarikan buku tersebut. Penarikan buku itu mirip dengan perilaku Orde Baru (Orba). "Ya kalau enggak setuju, dibantah dong dengan buku. Jangan ditarik-tarik. Ini kan seperti Orba. Aparat hukum dipakai sebagai aparatur represi oleh pemerintah yang berkuasa," ungkap Danang.

sumber:
http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/12/26/14513673/Buku.Gurita.Cikeas.Langsung.Ditarik

Selengkapnya...

Jumat, 18 Desember 2009

Hasil Penelusuran PPATK pada Bank Century


Jakarta - Inilah sebagian data Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) yang disampaikan kepada BPK dan KPK, dimana dari data tersebut sementara terdapat 20 nama nasabah Bank Century (klik disini).

Adapun kegiatan transaksi keuangan yang terbesar dan tersering yang dilakukan oleh nasabah tertentu menurut versi PPATK, dapat anda lihat disini.

sumber:
http://www.primaironline.com
Selengkapnya...

Selasa, 01 Desember 2009

Hati-hati oleh Rumor yang sengaja Mengaburkan Substansi Hak Angket Bank Century


Belum lagi DPR menggelar rapat sidang paripurna, 1 Desember 2009 - telah muncul sebuah berita yang cukup membuat merah telinga beberapa fihak, terkait aliran dana Century.
Sebuah gerakan dari aktivis Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) mengakui telah mendata sejumlah nama yang ditengarai sebagai "penikmat" aliran dana Bank Century. Benar dan tidaknya data mereka (BACA DISINI), yang jelas berita mengenainya-kini telah menjadi rahasia umum dan membuat suhu politik di Indonesia mulai menghangat.

Sebagaimana diketahui bersama, bahwa uang sejumlah 6,7T - menurut seorang ahli ekonomi Indonesia, untuk dapat mengangkutnya dibutuhkan 5000 truk, bayangkan....

Selasa, 1 Desember 2009 - Gedung Dewan, begitu banyaknya hujan interupsi yang terjadi menyebabkan sidang paripurna terkait usulan hak angket mengenai Bank Century menjadi berkepanjangan (BACA DISINI).

Beberapa pihak yang namanya muncul dalam data yang dilansir oleh aktivis "Bendera" mulai melakukan reaksi perlawanan dengan melaporkan pihak yang telah mengeluarkan data tersebut pada pihak yang berwajib (DISINI). Sebagai bahan pembanding, baca juga posting terdahulu terkait kasus korupsi dana DKP 2004.

Sekitar pukul 13:02 WIB, ratusan massa "Bendera" menggeruduk gedung DPR-RI (LIHAT VIDEO).

Sekitar pukul 18:48 WIB, muncul bantahan keras presiden SBY mengenai khabar yang menyebut tim suksesnya dalam pemilu dan Pilpres 2009 menerima aliran gelap dana bailout Bank Century. Beliau menyebut berita itu sebagai fitnah yang luar biasa (BACA DISINI).

Berita lainnya tentang sekelumit catatan Jusuf Kalla pada detik-detik "Bail-out" akan dilakukan, juga mempengaruhi intensitas tanda-tanya publik semakin membumbung terkait "Century-Gate" dapat dibaca DISINI.

Bermacam spekulasi yang timbul disaat hak angket Bank Century akan digulirkan. Terlepas itu semua, marilah kita sebagai anak bangsa turut serta mengawal perjalanan hak angket ini agar tidak membias kemana-mana dan tetap fokus pada tujuan semula-tentu diiringi dengan nurani yang islami.

Mengingat banyaknya berita-berita yang simpang-siur, lalu-lalang, tumpang-tindih, baik yang sesungguhnya ataupun yang memang sengaja dihembus dan munculkan pihak lain dengan tujuan sistemik sehingga secara sistemik mengaburkan subtantif awal hak angket Bank Century yang hari ini telah disahkan oleh DPR-RI.




Selengkapnya...

Senin, 30 November 2009

Tim 9 Hak Angket Bank Century 2009

INILAH.COM, Jakarta - Para inisiator hak angket Bank Century di DPR bergabung dan menamainya dengan sebutan Tim 9. Tim ini berjanji akan membongkar skandal Bank Century secara cepat dan tuntas.

"Kita tidak bisa dibeli, ditakut-takuti, dibodohi, dan bekerja secara bertanggung jawab," kata anggota Fraksi PKS Andi Rahmat dalam jumpa pers di Restoran Pulau 2, Jakarta, Minggu (29/11).

Berikut merupakan nama-nama anggota Tim 9:

Berikut merupakan nama-nama anggota Tim 9:
1. Maruarar Sirait (PDIP),
2. Ahmad Muzani (Gerindra),
3. Andi Rahmat (PKS),
4. Lili Wahid (PKB),
5. Mukhamad Misbakhun (PKS),
6. Akbar Faisal (Hanura),
7. Chandra Tirta Wijaya (PAN),
8. Kurdi Mukhtar (PPP), dan
9. Bambang Soesetyo (Golkar).


Para inisiator hak angket ini memang sedang gencar mengusut kasus dana talangan 6,7 triliun ini. Tim 9 mengaku malu jika skandal ini tidak bisa terungkap siapa saja yang terlibat didalamnya.

sumber:
http://inilah.com/berita/politik/2009/11/29/192622/inisiator-hak-angket-century-menjelma-jadi-tim-9/
Selengkapnya...

Senin, 01 Juni 2009

Inilah Daftar Capres-cawapres 2009 Penerima Dana Korupsi DKP

Deklarasi Capres-Cawapres telah dilakukan oleh tiga pasangan kandidat yakni JK-Wiranto, SBY-Boediono, dan Mega-Prabowo. Hiruk pikuk telah mewarnai pencalonan ketiga pasangan kandidat dalam pilpres Juli 2009 mendatang. Namun, masyarakat tampaknya lupa pada perjalanan sejarah bangsa ini dua tahun silam. Ya.. bahkan kurang dari 2 tahun yakni kasus korupsi dana non-budgeter DKP – Departemen Kelautan dan Perikanan RI.

Inilah beberapa informasi yang dirangkum terkait KORUPSI DKP untuk pasangan capres & cawapres tahun 2004 dulu (baca di sini).


sumber:
http://nusantaranews.wordpress.com/2009/05/16/sby-mega-jk-wiranto-penerima-dana-korupsi-dkp-2004-kembali-nyapres/
Selengkapnya...