Ada kalanya seseorang diberikan cobaan oleh Allah Azza wa Jalla namun yang pasti bahwa ujian tersebut diberikan sesuai dengan kadar/ proporsi dari hamba yang bersangkutan.
Belum lama ini, Ketua Majelis 'Ala PMB Kecamatan Pedan - H. A. Bashyar, BA telah menjalani operasi bedah kepala dikarenakan beliau mengalami penyumbatan pembuluh darah di otak.
Hari Senin, 13 Oktober 2008, ketua Majelis 'Ala PMB Cabang Pedan telah terkena serangan stroke pertama yang kemudian oleh keluarga dikirim ke RS. IPHI Pedan.
Belum lagi genap 1 hari berada disana, beliau dalam keadaan tidak sadar memaksa petugas setempat untuk diperbolehkan pulang. Petugaspun tak kuasa menahan beliau lebih lama disana.
Setelah berada di kediaman yaitu desa Troketon, kecamatan Pedan, malam harinya beliau kembali mendapat serangan stroke yang kedua. Kali ini, korban dilarikan ke RS. Mitra Husada, Pedan. Setelah sempat menginap selama semalam di tempat ini, ternyata perkembangan kesehatan beliau tidak menunjukkan kemajuan bahkan semakin mencemaskan, sehingga oleh direktur RS. Mitra Husada, dr. Suharjanto, di rekomendasikan untuk pindah ke RS. Muwardi, Solo.
Akhirnya pada hari Sabtu kemarin, pada pukul 08:00 WIB, beliau menjalani ooperasi bedah kepala guna membersihkan pembuluh darah di otak sebelah kiri. Alhamdulillah, semua berjalan sesuai dengan rencana dan tentunya atas ridho dan pertolongan Allah SWT sehingga dapat berjalan dan berhasil.
Beberapa teman yaitu: Marsono, Anas, Didik, Heru, Husni, Nur, Nuri, Benu dan Iskandar telah menjenguk beliau pada malam harinya. Syukurlah - beliau memang merupakan sosok yang pinilih, dalam arti secara fisik betul-betul sehat ditambah keadaan psikologisnya yang juga mendukung sehingga tatkala kami menemui beliau, ternyata masih mengenali kami.
Akhirnya, kepada segenap kader dan simpatisan PMB di seluruh Indonesia, kami mengharap do'a agar ketua Majelis 'Ala kecamatan Pedan, H.A. Bashyar diberikan kekuatan dan kesehatan yang prima sehingga dapat lekas sembuh dan yang terutama, agar beliau dapat melaksanakan tugasnya sebagai manusia dalam menjalankan hablum minnaallah dan hablum minnannaas, Fastabiqul Khairat - Wallahu Musta'an.
Selengkapnya...
Senin, 20 Oktober 2008
Pedan Stroke???
Kamis, 09 Oktober 2008
DPRD Jateng SETUJU TARIF RS Naik 400 %
Semarang (Espos) DPRD Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menyetujui usulan kenaikan tarif pelayanan kesehatan masyakarat di seluruh rumah sakit daerah (RSD) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng hingga 400%.
Dijadwalkan DPRD dalam rapat besok (Kamis hari ini-red) akan menyetujui usulan kenaikan tarif RSD milik Pemprov Jateng dengan mengesahkan revisi Perda yang mengatur retribusi pelayanan kesehatan RSD,” kata anggota Komisi E DPRD Jateng, Aisyah Dahlan kepada wartawan di Semarang, Rabu (8/10).
Revisi peraturan daerah (Perda) itu meliputi yakni Perda No 4/2003 tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit Jiwa (RSJ), Perda No 5/2003 tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan RSD dan Perda No 7/2003 tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan Balai Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Paru (BP4), Balai Kesehatan Indra Masyarakat (BKIM), dan Balai Laboratorium Kesehatan.
Menurut Aisyah, semula anggota Komisi E yang membidangi masalah kesejahteraan rakyat (Kesra) sempat menolak rencana kenaikan tarif RSD tersebut karena akan memberatkan masyarakat, utamanya rakyat miskin.
Kenaikan paling tinggi terjadi pada tarif kelas III yang mencapai 400%, sementara kelas di atasnya berkisar antara 22%-400%.
Namun setelah adanya jaminan dari Pemprov Jateng yang akan tetap memberikan pelayanan gratis bagi rakyat miskin melalui program jaminan kesehatan masyakarat (Jamkesmas) dan surat keterangan tak mampu, serta menjamin kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat, akhirnya usulan kenaikan tarif RSD disetujui.
Pertimbangan lainnya, adalah kenaikan tarif RSD milik Pemprov Jateng ini merupakan yang pertama sejak tahun 2003. Bila tak dilakukan kenaikan dikhawatirkan menyebabkan pelayanan kepada masyarakat tidak maksimal karena banyak dokter RSD yang memilih membuka praktik di luar atau di RS swasta.
”Keputusan ini merupakan pilihan sulit bagi DPRD, mengingat kenaikan terbesar terjadi pada tarif pelayanan kelas III yang mencapai 400 %,” ujar anggota Dewan dari PKS ini.
Dengan adanya kenaikan tarif tersebut, maka biaya perawatan di RSUD Dr Moewardi Solo untuk kelas III yang semula Rp 15.000/hari menjadi Rp 55.000/hari. Di kelas yang sama, tarif di RS Jiwa Daerah Kota Solo menjadi Rp 50.000/hari dari sebelumnya Rp 15.000/hari. Sementara di RSJ Soejarwadi Klaten, tarif kelas III yang semula Rp 18.000/hari akan naik menjadi Rp 30.000/hari.
Sebelum akhirnya disetujui, kenaikan tarif ini hasil dari usulan 40 direktur RSUD se-Jawa Tengah yang disampaikan ke Komisi E DPRD Jateng. RSUD Dr Moewardi juga ikut mendorong usulan tersebut. Direktur RSUD Dr Moewardi Solo, Mardiyatmo mengatakan, untuk kelas III tarif Rp 15.000/hari yang berlaku saat ini, adalah tarif yang ditetapkan pada 2003, dan disesuaikan dengan standar harga saat itu. Padahal, dalam kurun waktu 2003-2008 sudah terjadi beberapa kali kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), yang berpengaruh pada harga-harga lainnya (SOLOPOS, 18/7).
Kenaikan tarif kelas III RSUD di wilayah Soloraya
Rumah Sakit Tarif lama Tarif baru
RSUD dr Moewardi Rp 15.000/hari Rp 55.000/hari
RS Jiwa Daerah Kota Solo Rp 15.000/hari Rp 50.000/hari
RSJ Soejarwadi Klaten Rp 18.000/hari Rp 30.000/hari
Kenaikan tarif kelas di atas kelas III dipatok mulai 22%.
Sumber: hasil wawancara. - Oleh : oto
Selengkapnya...
Selasa, 03 Juni 2008
PMB Peduli Kesehatan Masyarakat Pedan
ada khabar gembira bagi seluruh kader dan simpatisan Partai Matahari Bangsa ( PMB ) di Kecamatan Pedan, Klaten yang telah memiliki KTA (Kartu Tanda Anggota).
Beberapa waktu yang lalu, jajaran Pimpinan Cabang Partai Matahari Bangsa ( PMB ) Kec. Pedan telah mengajukan usulan kepada Pimpinan Daerah Partai Matahari Bangsa ( PMB ) Kab. Klaten untuk dapat memberi Program Nyata dibidang Kesehatan/ pengobatan.
Wacana mengenai hal itu semakin mengkristal
manakala Pimpinan Daerah Partai Matahari Bangsa ( PMB ) Kab. Klaten memfasilitasinya
sehingga Pimpinan Cabang Partai Matahari Bangsa ( PMB ) Kec. Pedan
berhasil mengadakan pendekatan dan lobby kepada pihak terkait.
Akhirnya, disepakati untuk membuat database yang berasal dari data anggota
Partai Matahari Bangsa ( PMB ) yang telah memiliki KTA
untuk dapat dibuatkan Kartu Khusus Berobat.
Adapun keuntungan yang diperoleh antara lain
dengan diberikannya Potongan Biaya Pengobatan
yang berkisar antara 5% - 10 %
dimana hal itu amat sangat meringankan beban masyarakat
disaat seluruh kebutuhan hidup melambung tinggi
bahkan hampir-hampir tak sanggup diraih oleh mereka.
KecamatanPedan merupakan Pilot-project bagi Program Pengobatan Umat
yang digelar oleh Partai Matahari Bangsa ( PMB ) Kabupaten Klaten
Apa yang telah diperbuat oleh kader Partai Matahari Bangsa ( PMB )
hanya merupakan hal yang teramat kecil jika dibandingkan
dengan keikhlasan, kebaikan dan kebesaran hati
dari pemilik RS. M di kecamatan Pedan.
Insyaallah, nantinya segera ditindaklanjuti dengan program-program serupa
yang lebih ditujukan bagi masyarakat umum
melalui pelbagai program pengobatan gratis, sunatan massal
maupun pengobatan mobile-artinya dilakukan secara berkeliling
ke daerah/ kecamatan se Kabupaten Klaten
Akhirnya, mari kita bersama memaksimalkan
segala yang telah dianugerahkan oleh Allah S.W.T
kepada kita semua melalui kebaikan dan kebajikan
yang merupakan bekal amal kita
saat menghadap Sang Khaliq, Allah Azza wa Jalla.
Fastabiqul Khoirot,
