

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak berwenang menegur calon presiden (Capres) yang melakukan kampanye dengan cara menyampaikan visi misi melalui media massa.
"Saya tidak tahu mengenai adanya penayangan visi-misi capres SBY di salah satu stasiun TV yang durasinya sekitar 15 menit. Jika hal itu benar, KPU tidak bisa berbuat apa-apa karena masalah tegur-menegur wewenangnya Bawaslu," kata Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary di Jakarta, Minggu (31/5).
Menurut dia, pihak yang berhak menilai adalah Bawaslu dan jika Bawaslu menilai penayangan itu sebagai pelanggaran maka Bawaslu akan mengirim surat ke KPU, katanya.
"Itu yang bisa menilai Bawaslu. Kalau Bawaslu menilai itu pelanggaran, dia akan surati KPU. Biarkan itu Bawaslu yang menilai," katan Hafiz kepada wartawan di Kantor KPU, Jl Imam Bonjol.
Menurut Hafiz, kalau informasi tentang SBY ditayangkan selama 15 menit di acara Trans TV yang isinya memaparkan visi-misinya itu benar, yang salah itu stasiun TV-nya.
"Medianya yang tidak boleh semestinya. Tetapi KPU tidak punya wewenang. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang punya wewenang, bukan kita kalau soal media," katanya.
Tim Kampanye Nasional JK-Wiranto meminta KPU dan Bawaslu menegur salah satu stasiun televisi karena telah menayangkan rekaman pidato pengarahan SBY-Boediono selama lebih dari 15 menit padahal sekarang belum masanya kampanye.
"Kami dari Tim Kampanye Nasional JK-Wiranto meminta kiranya KPU bisa menegur/meminta penjelasan kepada TRANS7 yang selama lebih 15 menit menayangkan rekaman pidato visi/pengarahan SBY-Boediono di depan koalisinya di Kemayoran. Jangan diam saja," ujar Jubir Tim Kampanye Nasional JK-Wiranto Yuddy Chrisnandi.
"Bukankah belum saatnya kampanye? Ini termasuk kategori pelanggaran," kata anggota Komisi I DPR ini.
sumber:
http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/05/31/22104174/capres.sby.diduga.melanggar.kpu.menghindar
Selengkapnya...
Senin, 01 Juni 2009
Iklan Kampanye SBY di TV Lebihi Durasi Resmi
Kamis, 02 April 2009
Caleg PAN divonis 6 bulan penjara
Vonis dijatuhkan dalam sidang di Pengadilan Negeri Wonogiri, Rabu (1/4), yang berlangsung hingga pukul 20.30 WIB.
Atas vonis tersebut, penasihat hukum terdakwa, Bambang Joyo Supeno, maupun jaksa penuntut umum (JPU), Bagus Suteja, menyatakan pikir-pikir. Kedua pihak masih mempunyai waktu untuk banding. Vonis itu lebih ringan dibandingkan tuntutan JPU yang meminta hakim menghukum terdakwa selama tujuh bulan penjara dan denda Rp 6 juta.
Selain itu, majelis hakim menjatuhkan denda kepada terdakwa senilai Rp 6 juta subsider dua bulan kurungan. Terdakwa juga diwajibkan membayar biaya perkara Rp 2.500. Sedangkan barang bukti berupa alat peraga kampanye dimusnahkan, sementara uang yang dibagikan kepada warga diambil untuk negara.
Dalam kasus tersebut, saat kampanye di rumah warga di Dusun Gloto RT 1/RW II, Desa Bulurejo, Kecamatan Nguntoronadi, Tuti membagikan uang dalam amplop beserta alat peraga kampanye. Namun Tuti beralasan dia membagikan uang sebagai anggota DPR yang reses.
Terdakwa terbukti melanggar Pasal 84 Ayat (1) huruf (j) jo Pasal 87 jo Pasal 274 UU No 10/2008 tentang Pemilu. Selain itu, jaksa juga meminta terdakwa membayar ongkos perkara Rp 2.500 dan menyatakan terdakwa terbukti menjadi pelaksana kampanye dan memberikan uang kepada peserta kampanye untuk memilih salah satu partai peserta Pemilu. - Oleh : tus
sumber:
http://www.solopos.co.id:81/zindex_menu.asp?kodehalaman=h06&id=266772
Rabu, 01 April 2009
PMB DIY adakan Kampanye Terbuka di Bokoharjo, Prambanan, Sleman
Meski sempat diwarnai beberapa insiden kecil dengan pendukung PDI Perjuangan di lebih dari satu titik lokasi, akhirnya kegiatan ini dapat sukses terselenggara.
Dalam kesempatan kali ini, juru kampanye nasional yang diturunkan oleh PW PMB DIY adalah sang ketua umum PP PMB, Imam Addaruqutni sendiri.
Surprise, ternyata tidak sedikit kendala yang menghadang sukses penyelenggaraan Kampanye Terbuka PMB pada putaran terakhir di Dista Yogyakarta.
Betapa tidak, dari informasi yang dapat kami pantau, di beberapa titik lokasi route kampanye PMB telah terjadi insiden demi insiden kecil yang menghambat jalannya konvoi kampanye kader dan simpatisan Partai berlogokan Matahari Merah.
Semisal di titik Umbulharjo, telah terjadi insiden baku lempar batu antara arak-arakan konvoi kampanye dari simpatisan PDI Perjuangan dengan simpatisan PMB. Disusul bentrokan ringan di seputar Piyungan yang juga dengan pendukung kampanye PDI Perjuangan. Beberapa kendaraan tampak mengalami kerusakan sedang, sementara simpatisan PMB mengalami luka ringan bahkan ada diantaranya mengalami patah tulang tangannya.
Hal inilah yang menjadi pemicu bubarnya konvoi simpatisan PMB asal GUnung Kidul yang semula sekitar 300 orang hingga tinggal 50 peserta saat tiba di lokasi kampanye.
Ironisnya, insiden itu terjadi di hadapan aparat kepolisian setempat yang bertugas mengawal konvoi kampanye kader dan simpatisan dari kedua partai.
Yang pasti, kader dan simpatisan Partai Matahari Bangsa tidak akan goyah dan gentar menghadapi tekanan maupun intimidasi dari partai politik lainnya - karena memang benar bahwa PMB bertujuan untuk "SATUKAN UMAT - MAKMURKAN BANGSA".
Menjelang pukul 13:15 WIB, akhirnya ketua umum Partai Matahari Bangsa - Imam Addaruqutni, selaku juru kampanye PMB tingkat Nasional memberikan orasi politiknya dihadapan ratusan kader dan simpatisan PMB se Dista Yogyakarta. Dalam orasinya, beliau mengatakan bahwa saat ini semua partai politik memiliki agenda tunggal yaitu INDONESIA BUTUH PERUBAHAN. Disamping itu beberapa program nasional PMB yang sangat urgent adalah negara sudah perlu menerapkan Regulasi LAND REFORM.
Sebagai penutup, beliau mengajak agar seluruh kader dan simpatisan PMB bekerja keras guna mencapai terget nasionalnya, yaitu 7 % kursi DPR RI agar lolos dari Parliamentary Treshold (PT) dalam Pemilu 9 April 2009 mendatang.
Disamping PC PMB Kecamatan Pedan, hadir pula PD PMB Klaten yang disertai oleh beberapa rekan Brimab (Brigade Matahari Bangsa).
Selengkapnya...
Selasa, 24 Maret 2009
Pelanggaran Warnai Kampanye PMB Klaten
Berdasarkan pengamatan Espos di Lapangan Kradenan, Senin kemarin, aksi yang diikuti ratusan pendukung PMB dari sejumlah kecamatan seperti Trucuk, Cawas, Bayat, Pedan dan Karangdowo, tampak melibatkan anak-anak dan remaja yang usianya ditaksir belum memiliki hak suara (pilih). Bahkan beberapa anak terhitung masih ngempeng atau masih di bawah umur tujuh tahun.
Anak-anak itu diikutkan dalam kampanye mulai saat dilangsungkan orasi politik oleh para calon legislatif (Caleg) sekitar pukul 10.45 WIB, hingga konvoi kendaraan bermotor. Parahnya lagi, sebagian besar peserta konvoi termasuk anak-anak tidak mengenakan helm.
Jalur konvoi kendaraan tersebut dimulai dari Lapangan Kradenan menuju Kecamatan Pedan-Juwiring-Delanggu melalui Terminal Penggung-Jatinom dan berakhir di GOR Gelar Sena Klaten. Konvoi kendaraan tersebut juga menggunakan mobil bak terbuka jenis pikap guna mengangkut para simpatisan.
Dugaan jenis pelanggaran lainnya yakni knalpot kendaraan yang tidak sesuai standar sehingga menimbulkan bunyi bising yang memekakkan telinga. Sepanjang konvoi, sebagian peserta juga memenuhi badan jalan sehingga mengganggu sesama pengguna jalan dari jalur berlawanan. Guna mengamankan jalannya kampanye, puluhan aparat Polres Klaten melakukan pengawalan utamanya sepanjang konvoi berlangsung.
”Mengenai pelanggaran para pendukung PMB, jauh-jauh hari kami telah sampaikan supaya tertib. Namun pada praktiknya lantaran jumlah peserta banyak sekali kami tidak bisa pastikan mereka tidak melakukan pelanggaran,” ujar Caleg DPRD Klaten, Suharjanto saat ditemui Espos. - Oleh : kur/haa
(sumber: http://www.solopos.co.id:81/zindex_menu.asp?kodehalaman=h32&id=265689)
Rabu, 18 Maret 2009
Kampanye Terbuka PMB Klaten Putaran Pertama
Adapun hasil rapat koordinasi tersebut adalah bahwa Partai Matahari Bangsa ( PMB ) Kabupaten Klaten akan menggelar Kegiatan Kampanye Putaran Pertama ini insyaAllah besok pada :
Hari : Senin, 23 Maret 2009
Pukul : 13:00 WIB s/d selesai
Acara : Rapat Umum Internal Partai
Tempat : Lapangan desa Kradenan, Trucuk, Klaten
Diharapkan seluruh caleg, pengurus, kader dan simpatisan partai mulai dari jenjang ranting,cabang dan daerah dapat menghadiri pelaksanaan kegiatan kampanye yang diselanggarakan oleh Pimpinan Daerah PMB kabupaten Klaten.
Mari ... SATUKAN UMAT - MAKMURKAN BANGSA
Fastabiqul Khairat, wallahu musta'an....
Senin, 16 Maret 2009
REVISI JADWAL KAMPANYE PARPOL DI KLATEN

Inilah Jadwal Kampanye Partai Politik Peserta Pemilu Tahun 2009 dari KPUD Kabupaten Klaten sehubungan revisi yang telah dilakukan belakangan.
Selengkapnya...
Sabtu, 14 Maret 2009
REKENING AWAL PARPOL KLATEN

Sebagimana diketahui bersama bahwa peranan keuangan begitu mendominasi dalam sebuah organisasi, tak terkecuali partai politik. Dalam organisasi ini, cashflow yang terjadi amatlah susah untuk dapat ditelusuri, mengingat betapa heterogennya kegiatan-kegiatan yang senantiasa terjadi.
Apalagi menjelang Pemilihan Umum, sebaran uang masuk maupun uang keluar terkadang tidak bisa dikendalikan dengan arif dan bijaksana sesuai aturan perundang-undangan mengenai adanya batasan kontribusi keuangan dalam parpol yang berlaku.
Untuk itu, KPU mencoba membatasi ketidakjujuran partai politik dalam mendistribusikan keuangannya pada konstituen dalam hal ini kader, simpatisan maupun pemilih. Salah satu cara yang diterapkan adalah dengan meminta agar setiap partai politik menyerahkan laporan keuangan dan neraca awal dari sebuah partai politik.
Transparansi keuangan memang diperlukan dan harus dijalankan, baik terhadap partai, lembaga baik di pemerintahan ( departemen, dinas dll ) maupun non pemerintah dengan tujuan supaya publik dapat mengetahuinya.
Selasa, 03 Februari 2009
Kamis, 22 Januari 2009
Lupakan Struktural, Caleg Andalkan Relawan
Dewasa ini, tidak sedikit caleg yang telah bergerak secara individu, menabrak, mendobrak & melabrak rambu yang telah digariskan fungsionaris partai di seluruh level dan tingkatan.
Melalui relawan, mereka berupaya agar memperoleh suara yang signifikan dalam Pemilu 2009.
Akankah fenomena semacam ini merupakan gambaran peta perpolitikan Indonesia ke depan?
Selengkapnya...
Selasa, 13 Januari 2009
PAN Jegal Laju PMB
Komunitas Muhammadiyah bakal jadi rebutan partai-partai politik pada pesta demokrasi tahun ini. Perebutan yang nyata-nyata terlihat adalah antara Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Matahari Bangsa (PMB). Kecuali itu, parpol-parpol nasionalis juga memiliki konstituen pada personal warga Muhammadiyah.
Pada Pemilu 1999 dan 2004, PAN secara tak resmi seakan jadi representasi suara politik warga Muhammadiyah. Tapi, ‘pertunangan’ itu tergerus karena ulah PAN sendiri. Akibatnya, sebagian warga Muhammadiyah, secara personal, mendirikan PMB.
DPP PAN tak ingin melepas begitu saja massa pemilih dari Muhammadiyah, yang konon memiliki anggota dan simpatisan mencapai 40 juta orang di negeri ini.
Ketua Dewan Penasihat DPP PAN Amien Rais terpaksa didesak oleh para caleg PAN agar lebih intensif turun ke bawah menggarap konstituen dari organisasi massa Islam terbesar kedua di Indonesia tersebut.
Mantan Ketua Umum PP Muhamadiyah itu dianggap masih memiliki magnet, khususnya bagi warga Muhammadiyah. “Memang ada dorongan yang sifatnya penegasan dari para kader agar figur Pak Amien bisa mendinamisasi lagi basis yang selama ini sudah terbina, yaitu Muhammadiyah,” kata Ketua DPP PAN, Hakam Naja .
Pada era Amien Rais, PAN dikenal sangat dekat dengan Muhammadiyah. Hampir semua petinggi partai tersebut adalah anggota Muhammadiyah. Setelah dipimpin Soetrisno Bachir, muncul kesan PAN lebih terbuka. PAN seperti sangat antusias menarik artis dan kelompok di luar Muhammadiyah.
Menurut Hakam, basis massa Muhammadiyah tetap menjadi garapan utama PAN. Sebab partai yang didirikan pada Agustus 1998 tersebut memiliki akar historis yang kuat dengan Muhamadiyah. “Para pendiri dan tokoh-tokoh PAN hingga sekarang sebagian besar adalah para aktivis Muhammadiyah,” terangnya.
Apakah itu gambaran PAN mulai takut tidak bisa memenuhi target perolehan suara? Hakam membantahnya.
Yang jelas, sejauh ini PMB terus bergerak ke bawah. PMB telah melakukan kontrak politik dengan para calon legislatifnya untuk tidak terlibat dalam praktik korupsi, menerima suap, dan bermain proyek APBN dan APBD.
“Kita ingin caleg kami tetap memikirkan rakyat. Dengan adanya kontrak politik ini, kami berharap caleg PMB menjadi independen dan dapat menjadi mata dan telinga rakyat kecil,” kata Sekjen PMB, Ahmad Rofik dalam sebuah diskusi.
PMB juga bergerilya untuk merebut suara jamaah Muhammadiyah, termasuk dari kalangan Aisyah. Ditilik dari persentase caleg perempuan, PMB berhasil menempatkan caleg perempuan sebanyak 134 orang (41,2%), sementara caleg laki-laki sebanyak 191 (58,8%).
“Tentu ini merupakan capaian yang menurut kami luar biasa untuk ukuran partai baru seperti PMB, yang kebanyakan merasa kesulitan untuk memenuhi kuota caleg perempuan (30%)," kata Ketua Tim Penjaringan, Pencalonan dan Pembekalan Caleg PP PMB, Ma'mun Murod Al-Barbasy.
Ma'mun yang juga Ketua PP Pemuda Muhammadiyah ini menambahkan PMB tidak saja berusaha melampaui kuota 30% caleg perempuan, tapi juga serius melakukan affirmative actions terhadap posisi politik perempuan.
Alhasil, PAN dan PMB bakal berebut suara dari Muhammadiyah. Itu pun masih harus bersaing dengan parpol lain seperti Golkar, PPP, PBR, PKS, PD dan PDI Perjuangan. Jagad politik Islam modernis memang riuh rendah menjelang pemilu 2009 ini. [I4]
(sumber http://pemilu.inilah.com/berita/2009/01/02/72756/pan-jegal-langkah-pmb/)
Minggu, 11 Januari 2009
Bawaslu: PKS Nggak Sopan!
Menurut Bambang, teguran kepada PKS bukan tanpa alasan. Ia juga membantah pernyataan Hidayat Nur Wahid yang mengatakan pemasangan angka 8 saat berunjukrasa bukan suatu bentuk kampanye.
"Apa artinya angka 8? Meski mereka tidak melakukan aksi untuk memilih PKS. Kalau PKS bukan peserta pemilu, Bawaslu tidak akan mempermasalahkan. Kami punya rekaman mereka, kami menganalisis itu. Partai juga harus punya sopan santun. Saya kira pemasangan itu emosional saja. Jadi membuat mereka tidak sopan," kata dia.
Bawaslu, lanjut Bambang, hanya mengingatkan saja, supaya jangan ada parpol lain yang mengikuti jejak PKS. Sehingga, bisa seenaknya mempolitisasi isu-isu untuk kepentingan mereka sendiri.
"Baguslah, berarti mereka medengarkan Bawaslu. Kami tidak melarang demo. Tapi peserta pemilu harus tunduk kepada aturan pemilu. Kalau ada patai lain yang ikut-ikutan, kami bisa repot. Kalau tidak ditegur, nanti parpol lain bisa gunakan isu bermacam-macam, dan ini bisa bentrok," ujar dia.
Bawaslu hanya meminta agar partai jangan mempolitisir isu-isu luar negei menjadi isu dalam negeri yang menguntungkan kepentingan parpol. "Kirim duit saja atau bantuann medis, dan obat-obatan. Tidak usah seperti itu. Gitu aja kok repot. Kalau tidak ada angka 8, mau jungkir balikpun silakan," ujarnya. [ikl/nuz]
(sumber http://inilah.com/berita/politik/2009/01/11/75024/bawaslu-pks-nggak-sopan/)
Selengkapnya...
Jumat, 09 Januari 2009
Kampanye diluar jadwal, 6 Caleg PKS Bakal diadukan Bawaslu
Apalagi hingga saat ini, lanjut dia, PKS belum menerima surat dari Panwaslu mengenai poin-poin apa saja yang dianggap pelanggaran pemilu.
Ada usaha Panwaslu mendiskreditkan PKS? "Saya tidak tahu. Ya kita wait and see kalau dipanggil Panwaslu. Jika disidangkan, PKS siap saja untuk menjelaskan semuanya," kata Tifatul.
Adang tertangkap Panwasda Jakbar tengah berkampanye di luar jadwal di kawasan RW 01 Rawa Buaya, Jakbar. Pin, kalender, dan kartu nama Adang disita petugas Panwaslu. Mantan Wakapolri yang juga mantan cagub DKI Jakarta itu dinilai telah melanggar pasal 269 UU 10/2008 tentang Pemilu Legislatif dengan ancaman 3-12 tahun penjara dan denda Rp 3-12 juta.
Sedangkan 5 caleg PKS lainnya yang ikut berkampanye di luar jadwal juga tertangkap Panwasda Jakbar dengan barang bukti yang sama. Seluruh barang bukti dilimpahkan ke Panwaslu untuk diteruskan ke kepolisian. [sss]
(sumber http://inilah.com/berita/pemilu-2009/2009/01/08/74353/pks-lindungi-adang-daradjatun-cs/).
Jumat, 28 November 2008
SB Jebol, PAN ikut Terbelit

inilah.com, Jakarta - Partai Amanat Nasional mengubah strategi iklan kampanyenya. Radio dan surat kabar kini jadi sasarannya. Anggaran iklan PAN anjlok drastis karena keuangan Soetrisno Bachir, sang Ketua Umum, ikut jebol terbelit krisis finansial global.
Pendukung PAN dan pengagum Soetrisno Bachir tampaknya harus rela jika tak dapat lagi menyaksikan tayangan iklan ‘Hidup Adalah Perbuatan’. Tagline yang terlanjur melekat pada figur SB tersebut tidak bakal lagi tayang di layar kaca. Krisis finansial global juga menciprat di partai berlambang matahari terbit warna biru tersebut.
SB yang selama ini dikenal sebagai pengusaha batik, ternyata juga terimbas krisis finansial global. Pasalnya, selama ini, SB juga memiliki saham di sejumlah perusahaan seperti Bumi Resources dan Astra. Tidak hanya itu, SB juga memiliki saham komoditas yang terpukul imbas krisis finansial seperti sawit dan kopi.
“Ada yang jatuhnya hanya sampai dengan 20%. Rata-rata turunnya sampai 60%. Beberapa hari di Amerika (Serikat), saya kehilangan triliunan,” terang SB.
Kondisi ini pula yang membuat SB dan PAN memutuskan mengurangi iklan politiknya serta mengubah pola iklan politik yang selama setengah tahun terakhir ini berseliweran di media elektronik. Tak tanggung-tanggung, PAN memutuskan mengurangi anggaran kampanye Pemilu 2009 dari Rp 500 miliar turun menjadi Rp 50 miliar.
“Kalau dulu miliar rupiah, sekarang jutaan saja,” katanya. Maka media radio dan koran akan menjadi pilihan PAN dan SB untuk media iklan politiknya.
Keputusan PAN dan SB untuk tidak beriklan jor-joran di media televisi merupakan keputusan tepat. Di samping faktor krisis finansial, implikasi iklan politik SB belum begitu ampuh untuk memikat calon pemilih dalam Pemilu 2009.
Hal ini setidaknya terkonfirmasikan melalui survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) pimpinan Saiful Mujani, September lalu. Iklan politik PAN hanya menempati lima besar partai politik yang beriklan di televisi, yaitu hanya meraih 27%. Perolehan ini jauh di bawah Partai Gerindra (51%), Partai Demokrat (42%), Partai Golkar (31%), dan PDI Perjuangan (27%).
Menariknya, dari responden LSI, hanya 38% viewership iklan politik PAN di televisi. Perolehan ini jauh dari Partai Gerindra yang meraih 66%.
Hal yang sama menimpa PAN atas memori publik iklan politik di surat kabar atau koran. PAN hanya meraih peringkat kelima (7%) di bawah Partai Demokrat, Partai Golkar, dan PDI Perjuangan yang masing-masing memperoleh 12%. Sedangkan Partai Gerindra 9%. Sedangkan di media radio, PAN menduduki peringkat keenam dengan meraih 3%. Di atasnya Partai Demokrat, PDI Perjuangan, dan Partai Golkar yang masing-masing mendapat 5%. Sedangkan Partai Gerindra meraih 4%.
Dalam konteks ini, langkah PAN untuk beriklan melalui media adalah pilihan yang tepat. Sebagaimana disebutkan LSI, saat ini terjadi silent revolution yang direpresentasikan melalui media. Publik lebih percaya dengan media (31%) dibanding dengan institusi lainnya baik ormas (24%), birokrat (11%) apalagi partai politik (11%).
Menurut pakar komunikasi UI Effendi Ghazali, iklan politik SB dan PAN hanya melakukan introdusir (pengenalan). Ini kalah efektif dengan iklan politik versi Partai Gerindra dan Prabowo Subianto yang telah melaampaui fase introdusir, yaitu masuk fase positioning. “Iklan SB masih introdusir. Semoga ada iklan terusannya. Kalau hanya berhenti di Hidup adalah Perbuatan, ya hanya mengenalkan figur SB saja,” katanya mengomentari iklan politik SB, Agustus lalu.
Meski tanpa badai krisis finansial, PAN dan SB memang sepatutnya harus mengevaluasi iklan politiknya. Efektivitas iklan politik harus menjadi pijakan untuk terus beriklan atau tidak. Lebih dari itu, menawarkan program konkret untuk rakyat jauh lebih penting. Kini PAN tak lagi didepan untuk iklan poliiknya. [R Ferdian Andy R, 28/11/2008]
Selengkapnya...
Minggu, 23 November 2008
PKS dan Gerindra Cerdas


Hampir enam bulan lagi, pemilu legislatif digelar di tanah air. Semua partai politik peserta pemilu berlomba-lomba berkampanye untuk mendapatkan simpati masyarakat.
Ada yang menyebar kaos-kaos partai, pemasangan atribut partai seperti bendera, spanduk dan lainnya serta pemasangan baliho-baliho di jalan-jalan. Dan yang kini menjadi trend adalah iklan politik di berbagai media massa baik cetak dan elektronik.
Semua jalur digunakan parpol untuk publikasi memerlukan dana yang sangat besar. Sebut saja iklan politik di televisi, setiap partai politik bisa merogoh kocek hingga miliaran rupiah. Meski dana yang telah digelontorkan partai politik mencapai miliaran rupiah, namun tidak menjamin konstituen akan menentukan pilihannya pada partai-partai tersebut.
Mengapa? masyarakat semakin cerdas bahwa kini mereka tidak bisa dibodohi dengan berbagai penampilan partai. Rakyat butuh perubahan dan janji-janji yang ditepati.
Ironis jika sebuah partai tidak mendapatkan simpati apapun meski telah menguras kantong mereka. Bisa jadi parpol tidak pandai memainkan isu-isu di masyarakat, sehingga apa yang mereka sajikan bakal lenyap ditelan bumi. Meski partai besar sekali pun, jika yang ditampilkan hanya isu-isu normatif, maka hanya akan menjadi angin lalu belaka.
Dalam beberapa waktu terakhir, ada beberapa partai politik yang dengan cerdas memainkan isu. Sebut saja Partai Gerindra, di tengah-tengah masyarakat menderita akibat kenaikan berbagai macam kebutuhan hidup, partai yang dimotori oleh Prabowo ini melalui iklan politiknya mengajak masyarakat untuk membeli produk dalam negeri. Sebuah ajakan nasionalis yang cukup efektif, karena dengan membeli produk dalam negeri tentunya akan meningkatkan derajat hidup para petani. Meski mengeluarkan banyak dana untuk iklan politik, namun partai ini disebut-sebut sukses menarik perhatian sebagian masayarakat.
Yang tak kalah menarik adalah penggodokan 10 kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai calon presiden. Begitu 10 nama-nama kader PKS ini diumumkan, muncul banyak pro dan kontra di masyarakat yang memandang positif dan negatif pencalonan 10 kader PKS ini.
Bahkan dalam beberapa hari, pencalonan PKS ini menjadi buah bibir media massa dan menjadi santapan politik bagi para politisi dan pengamat-pengamat politik. Dengan mencalonkan kadernya sendiri, tentunya akan membuat partai ini akan semakin solid.
Dan, tentu ada harapan di internal partai bahwa dengan pencalonan dari dalam, akan memunculkan semacam karir politik di dalam partai.
Langkah PKS ini bisa dibilang cerdas karena dimunculkan ditengah-tengah partai-partai lain yang mengusung artis-artis ataupun figur-figur terkenal untuk menarik simpati pada partai tertentu. Munculnya artis, disebut-sebut mematikan karir politik bagi kader-kader partai, karena artis dianggap 'tidak berkeringat' dibanding kader-kader yang berjuang dari bawah.
Selain pencalonan internal, dalam memperingati hari pahlawan 10 November, PKS juga mengusung iklan dengan menampilkan figur-figur pahlawan yang akhirnya menimbulkan kontroversi. Sebut saja Muhammadiyah yang menuding PKS tidak elegan karena menampikan KH Ahmad Dahlan yang merupakan pendiri Muhammadiyah.
Selain itu, munculnya HM Soeharto sebagai pahlawan dan guru bangsa, mendapat perhatian masyarakat. Pro dan kontra terus mengalir dari pihak-pihak yang merasa diuntungkan dan dirugikan semasa pemerintahan Soeharto.
Banyak pihak dan pengamat menyebutkan, dengan menampilkan sosok Soeharto dalam iklan tersebut, akan mendongkrak suara PKS dengan mengambil hati pihak-pihak yang selama ini pro Soeharto dan kembali dalam romantisme masa Soeharto. Namun dilain pihak PKS beranggapan dengan sosok Soeharto diharapkan muncul rekonsiliasi bahwa disamping kesalahan-kesalahannya selama ini, masih banyak sisi-sisi positif yang bisa diteladani dari Soeharto.
Terlepas munculnya pro dan kontra serta pemberitaan di media massa yang tanpa henti, menunjukkan partai-partai tersebut cukup pintar mengangkat isu-isu tertentu. Apa yang didapat? Tentu popularitas. Tanpa mengeluarkan banyak biaya untuk promosi di media massa, PKS mampu masuk dalam pemberitaan-pemberitaan media massa hampir sepanjang hari tanpa biaya apapun.
Hal-hal semacam inilah yang patut dicontoh oleh partai-partai lain agar cerdas dalam memainkan isu-isu untuk mendapat simpati masyarakat. Tapi selain hanya isu-isu, yang ditunggu oleh masyarakat adalah manfaat yang kongkrit dari partai-partai poltik peserta pemilu ini. Jangan hanya memanfaatkan suara rakyat, tapi juga bersuara untuk rakyat dan memperjuangkan suara rakyat. [inilah.com, Atur Toto Sulistyanto, atur@swara.tv]
Selengkapnya...











