Sampaikanlah walau satu ayat Al-Qur'an Online

Tampilkan postingan dengan label ied fitri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ied fitri. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 September 2008

Taqobalallahu Minna Wa Minkum

Tiada kemenangan tanpa Dzikrillah
Tiada ‘amal tanpa keihlasan
Tiada ampunan tanpa maaf dari sesama


PIMPINAN CABANG PARTAI MATAHARI BANGSA KECAMATAN PEDAN
Menghaturkan:

Selamat hari raya Iedul Fitri - 1 Syawal 1429 H.
Minal Aidin wal faidzin  -  Mohon maaf lahir dan bathin
TAQOBALALLAHU MINNA WA MINKUM



Selengkapnya...

Saat Lebaran Tahun 2008: Sama atau Beda?

Iedul Fitri sebentar lagi tiba. Kapan pastinya, kita tunggu dari para ahli ahli falak saja. Seperti yang dilansir KOMPAS, NU, Muhammadiyah, Persis Tentukan Lebaran, 1 Oktober.


Hal itu diungkapkan Ketua Lajnah Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH A Ghazalie Masroeri di Jakarta, Rabu (24/9). Harapan adanya kesamaan Idul Fitri tahun ini sangat besar mengingat awal Ramadhan juga dilalui secara bersama.
”Keseragaman hari raya lahir karena adanya kebijakan bersama untuk mengelola dan merangkum perbedaan yang ada,” katanya. PBNU mendukung adanya penyatuan perayaan Idul Fitri 1429 Hijriah.

Data hisab dari almanak NU menunjukkan ijtima’ (kesegarisan posisi Matahari-Bulan-Bumi) awal Syawal terjadi pada 29 September pukul 15.12 WIB. Saat matahari terbenam, ketinggian hilal mencapai -0,59 derajat. Dengan kriteria imkanur rukyat (visibilitas hilal), dipastikan hilal tidak dapat diamati sehingga umur Ramadhan digenapkan 30 hari dan 1 Syawal 1429 H jatuh pada 1 Oktober.
Data hisab ini akan dipastikan melalui rukyat sesuai landasan syar’i. Rukyat sekaligus menjadi sarana untuk mengoreksi sistem hisab yang digunakan. ”NU akan menyampaikan hasil rukyatnya ke sidang isbat Badan Hisab Rukyat Depag. Setelah ada keputusan, baru PBNU mengabarkan ke warganya,” kata Ghazalie.
Sementara itu, Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 04/MLM/I.0/E/2008 juga menetapkan Idul Fitri jatuh pada 1 Oktober. Keputusan sama ditetapkan Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis) melalui Surat Edaran Nomor 1428/JJ-C.3/ PP/2008.

Peneliti Observatorium Bosscha ITB, Hendro Setyanto, menyebutkan, Muhammadiyah dan Persis menggunakan kriteria wujudul hilal dalam penentuan awal bulan hijriah. Jika setelah terjadi ijtima’, bulan terbenam setelah terbenamnya matahari, maka malam itu ditetapkan sebagai awal bulan hijriah, berapa pun sudut ketinggian bulan pada saat matahari terbenam.
Namun, karena pada 29 September hilal tenggelam lebih dulu dibandingkan matahari, hilal belum terbentuk. Karena itu, 1 Syawal jatuh pada 1 Oktober. (MZW) (NU, Muhammadiyah, Persis Tentukan Lebaran, 1 Oktober - kOMPAS)

Selengkapnya...