Setelah menanti beberapa waktu, mantan ketua MPR RI, H.M Amien Rais, dalam launching bukunya yang berjudul "Selamatkan Indonesia" mengeluarkan pendapat pribadinya mengenai rencana kenaikan BBM oleh pemerintah yang sedianya akan diputuskan pada akhir bulan ini.
"Saya menolak BBM dinaikkan!"
"Buat Pemerintahan Alternatif"
Demikian penggalan kata-kata beliau yang dimuat dalam Solo Pos edisi hari ini.
Sebagai kader Muhammadiyah, kami merasa bangga bahwa beliau tetap vocal dalam menyuarakan aspirasi yang berkembang di dalam hidup keseharian rakyat.
Bermodalkan keberanian sekaligus ciri khas seorang Amien yang Rais menyuarakan derita yang ditanggung oleh rakyat miskin beberapa tahun belakangan.
Harga pupuk sudah melonjak
harga sembako semakin menggila
harga kebutuhan hidup yang mustahil terjangkau
ditambah rencana pemerintah menaikkan harga BBM
kenaikan harga-harga komoditi juga akan melampaui daripada kenaikan harga BBM
Akan menambah jumlah keluarga miskin di Indonesia atau justru mengurangi?
karena akan menyebabkan naiknya harga-harga
karena akan membuat sempitnya lapangan pekerjaan
terjadi rasionalisasi besar-besaran para buruh dan pekerja di pabrik
menciptakan jutaan pengangguran baru
sehingga menimbulkan keputusasaan yang menyebabkan bunuh diri
sehingga jumlah rakyat miskinpun terkurangi dengan sendiri?
terkait statement pembentukan pemerintahan alternatif, menurut beliau
tidak untuk sekarang namun tetap memberikan kesempatan kepada pemerintahan SBY-JK untuk menyelesaikan masa baktinya selaku presiden dan wakil presiden.
10 tahun reformasi, bukanlah waktu yang singkat namun apa lacur...
pemerintah hanya mampu memberikan kebebasan berpolitik semata
sementara justru 6 butir agenda reformasi lainnya ibarat layang-layang putus
sudah putus nyangkut di kabel listrik, lha rak ciloko???
Jelas pemerintah sekarang mengingkari amanah rakyat
lalu apa lagi yang dapat kita harapkan dari pemerintah?
"Jika BBM tidak dinaikkan berarti membantu orang kaya" ujar JK, apakah patut hal itu diucapkan oleh wakil presiden?
"Jika BBM tidak dinaikkan berarti membuat APBN bangkrut" inipun telah dibantah oleh Kwik Kian Gie dalam todays dialogs di metroTV semalam.
Jadi memang tidak ada keterikatan bathin apalagi emosi antara pejabat tinggi negara ( presiden, wakil preseiden, MPR, DPR, DPD, Mentri, dirjen, dll)dengan isi dari negara itu sendiri (rakyat).
Sudah saatnya mereka memberikan yang terbaik bagi bangsanya.
Bantuan Langsung Tunai, sebuah program gagal yang hendak didaur-ulang
Bukan merupakan solusi namun justru menimbulkan konflik di level horizontal
Jujur saja,
apakah mereka pernah merasakan sulitnya mencari uang untuk membeli beras, minyak goreng, susu, tempe, tahu?
apakah mereka pernah merasakan terik matahari saat mengantri minyak tanah?
apakah mereka pernah merasakan?
MANA PERNAH, karena gaji mereka 5 juta - 50 juta, apalagi gaji dirut pertamina yang diatas 100 juta disamping merangkap jabatan menteri ESDM, ironis
Selengkapnya...
Rabu, 14 Mei 2008
"Buat Pemerintah Alternatif!" Seru H.M Amien Rais
Senin, 12 Mei 2008
Momen Kebangkitan Nasional, Tuntaskan 7 Agenda REFORMASI
Menjelang peringatan hari kebangkitan nasional yang ke-100 tahun, negeri ini kembali diguncang oleh rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM pada akhir Mei 2008.
Bukan masalah seandai tingkat perekonomian rakyatnya telah diatas katagori sejahtera, namun fakta riil dilapangan mengatakan bahwa justru selama 9 tahun belakangan rakyat miskin semakin bertambah.
Sejumlah lembaga mengatakan bahwa besarannya mencapai 37,17 juta, sebuah angka yang tidak fantastis mengingat negeri ini masuk dalam 5 besar negara terkorupsi di dunia.
Lantas,
kemanakah komitmen komponen-komponen bangsa saat era REFORMASI dahulu?
kemanakah janji-janji politik dari para calon pemimpin negeri saat kampanye?
kemanakah 7 butir agenda reformasi?
Tuntutan mahasiswa yang hari ini melakukan demo di istana merdeka, jakarta pastinya akan mendapat dukungan dan simpati dari rakyat kebanyakan, dan apabila pemerintah tidak memperhatikan aspirasi mereka, niscaya pada tanggal 20 Mei yang bertepatan dengan peringatan 100 tahun kebangkitan nasional - Jakarta, akan digenangi oleh lautan manusia yang menuntut keadilan atas haknya sebagai warga negara Indonesia.
Turunkan harga sembako, adalah salah satu point sederhana yang paling dipahami dan diminati oleh kaum rakyat jelata.
Nasionalisasikan asset-asset negara yang dikuasai asing, adalah solusi yang terbaik untuk bangsa Indonesia, peduli dengan kaum orientalis, kapitalis, borjuis dan oportunis dan yakinlah bahwa anak bangsapun mampu mengelola kesemua itu.
Usut tuntas praktik korupsi yang telah membumi di Indonesia tanpa pandang bulu, HAPUS asas praduga tak bersalah, toh negara dapat merehabilitasi nama baik mereka jika terbukti tidak bersalah.
Sesungguhnya negara ini masih cukup kaya, bila petinggi negara merelakan 50 % gaji mereka dipotong demi untuk rakyatnya.Itupun masih teramat ringan dibanding dengan apa yang dialami rakyat selama ini, apakah artinya negara tanpa rakyat???
Mari kita dukung gerakan moral mahasiswa yang membawa bendera aspirasi rakyat miskin Indonesia dalam mempertanyakan kedudukan mereka selaku warga negara. Apakah rakyat yang diwajibkan membayar pajak hanya demi memberi gaji para petinggi negara?
Apakah 80 % dari total APBN Indonesia yang hanya dialokasikan untuk gaji mereka selama ini belum cukup menggerakkan hati nurani untuk mulai berfikir tentang jutaan keluarga pra sejahtera yang berpendapatan masih di bawah Rp. 500.000? percayakah mereka bahwa hal ini memang sungguh terjadi?
Mari kita nanti kebijakan apa yang akan diambil oleh pemerintah dalam menyikapi demonstrasi besar terkait kenaikan BBM
Fastabiqul khoirot
Selengkapnya...
Sabtu, 26 April 2008
Islam Berkemajuan
Dengan mengusung semangat KH. Ahmad Dahlan "Islam yang Berkemajuan"
dimaksudkan bahwa partai HANYA merupakan Alat
BUKAN Tujuan akhir dari semuanya
Karena berharap masih ada ghiroh islam dalam berpolitik
yang mengedepankan moralitas dan akhlaqul khariimah
dari setiap pendukungnya
dari setiap wakilnya
Selengkapnya...
Muda penuh Karya
Yang Muda Yang Tampil
dengan dasar moral & akhlaq islami
semoga membawa kemakmuran bagi bangsa
Selengkapnya...
